Analisis Determinan yang Mempengaruhi Persepsi Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rawat Inap RSKB Columbia Asia Pulomas Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.55606/termometer.v3i4.5559Keywords:
Attitude, Handover, Interpersonal Communication, Motivation, NursesAbstract
Patient safety is a primary concern for healthcare facilities. Nurses carry a crucial responsibility in safeguarding patient safety. This study aims to examine the determinants that influence nurses’ perceptions of patient safety in the inpatient wards of RSKB Columbia Asia Pulomas. The research employed a mixed-method sequential explanatory design, beginning with a quantitative study followed by a qualitative phase. The quantitative participants consisted of 64 inpatient nurses selected through total sampling, while the qualitative participants comprised 3 key informants chosen via purposive sampling. The quantitative instrument was a validated and reliable questionnaire, and the qualitative data were collected using a semi-structured interview guide. Quantitative data were analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression analysis. The chi-square results indicated that interpersonal communication (p=0.000), work motivation (p=0.000), attitude (p=0.000), scheduling (p=0.000), and handover processes (p=0.000) were significantly associated with patient safety. Meanwhile, the multivariate logistic regression revealed two statistically significant factors: handover (p=0.018), which increased the likelihood of good patient safety by 19.057 times, and attitude (p=0.039), which increased it by 16.6 times compared to poor patient safety. In contrast, interpersonal communication (p=0.913), motivation (p=0.782), and scheduling (p=0.998) were not significant after controlling for other variables. The qualitative findings reinforced the quantitative results. Based on this study, it is recommended to enhance the implementation of nurse handovers using the SBAR approach and to optimize positive nursing behaviors toward patient safety culture.
Downloads
References
Aminayanti, N., Kusumapradja, R., & Arrozi, M. (2021). Pengaruh pengetahuan, sikap, dan motivasi perawat terhadap pelaksanaan keselamatan pasien pada unit rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu. Jurnal Health Sains, 2(7), 915-922. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i7.223
Anam, A. S., Santoso, A. P. A., Suryanto, S., Sukendar, S., & Prayitno, J. (2022). Komunikasi keperawatan sebagai budaya keselamatan pasien dalam upaya pencegahan malpraktik perdata. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(3), 10368-10373. https://doi.org/10.58258/jisip.v6i3.3408
Anggraini, M., Murni, L., & Nurdiana, N. (2020). Komunikasi interpersonal dengan motivasi perawat dalam melakukan kunjungan rumah pada pasien pasca stroke. 3(1), 98-102.
Araujo, D. O., Triharini, M., & Krisnana, I. (2022). Efektivitas komunikasi perawat terhadap serah terima pasien. Journal of Telenursing (JOTING), 33(1), 1-12. https://doi.org/10.31539/joting.v4i2.4084
Atinga, R. A., et al. (2024). Studi ini menyoroti bahwa komunikasi yang buruk selama serah terima dapat menyebabkan kesalahan pengobatan dan penurunan keselamatan pasien.
Endriani, C., Germas, A. K., & Trigono, A. (2024). Pengaruh komunikasi interpersonal, motivasi, dan sikap terhadap pelaksanaan patient safety. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (Marsi), 8(2), 233-241. https://doi.org/10.52643/marsi.v8i2.4273
Ghosh, S., et al. (2021). Implementasi protokol serah terima klinis terstruktur terbukti meningkatkan keamanan pasien dengan memastikan informasi yang tepat diterima oleh pihak yang tepat pada waktu yang tepat.
Li, L. Z., et al. (2024). Analisis sistematik ini menemukan bahwa kelelahan perawat berhubungan dengan penurunan keselamatan pasien, kepuasan pasien, dan kualitas perawatan.
Paembonan, N. A., Erfina, E., & Saleh, A. (2023). Analisis pelaksanaan komunikasi efektif SBAR perawat dan dokter. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2890-2901. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.6715
Peršolja, M., et al. (2023). Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik jadwal kerja perawat, seperti shift malam dan durasi panjang, berkontribusi signifikan terhadap kelelahan dan penurunan kualitas hidup sosial serta keluarga.
Pickup, L., et al. (2025). Artikel ini menyoroti bahwa kelelahan staf kesehatan mengurangi kualitas keputusan klinis, menyebabkan waktu respons yang lebih lambat, kelalaian perhatian, dan peningkatan risiko, yang berdampak pada keselamatan pasien.
Setyawati. (2023). Hubungan motivasi perawat dengan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. VIII(I), 1-19.
Taqwim, A., Ahri, R. A., & Baharuddin, A. (2021). Beban kerja dan motivasi melalui kompetensi terhadap penerapan indikator keselamatan. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, 48-59. https://pasca-umi.ac.id/index.php/jmch/article/view/221/235
Tosunöz, İ. K., et al. (2025). Penelitian ini mengidentifikasi persepsi perawat terhadap efektivitas proses serah terima dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, yang dapat mempengaruhi keselamatan pasien.
Trigono, A., & Windiyaningsih, C. (2023). Analisa budaya perilaku safety perawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 7(1), 52-57. https://doi.org/10.52643/marsi.v7i1.2929
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








