Pengaruh Pemberian Metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap Respon Fisiologis pada Bayi BBLR

Authors

  • Intan Triyanti Universitas Islam Sultan Agung
  • Kurnia Wijayanti Universitas Islam Sultan Agung
  • Indra Tri Astuti Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.55606/termometer.v3i4.5485

Keywords:

Kangaroo Mother Care (KMC), Low Birth Weight Infant (LBWI), Physiological response, Quasi-experiment, Standard care

Abstract

In general, LBW infants do not have a mature immune system to adapt due to the immaturity of the infant's organ systems. Improving the physiological response of LBW infants can be done using an inexpensive, easy-to-do, and effective intervention, namely the Kangaroo Mother Care (KMC) method. This study aims to determine the effect of the Kangaroo Mother Care (KMC) method on the physiological response of LBW infants. This study used a quasi-experimental study with a pretest-posttest with control group design. The sample size was 34 LBW infants born at Dr. H. Soewondo Kendal Regional General Hospital, obtained through an infinite population technique. Data were collected using observation sheets and bedside monitors. Data analysis was performed using a paired t-test to determine the effect of the Kangaroo Mother Care (KMC) method on the physiological response of LBW infants. The results showed that there was an effect of Kangaroo Mother Care (KMC) on temperature (p-value 0.000), respiratory rate (p-value 0.000), pulse rate (p-value 0.000) and oxygen saturation (p-value 0.000) in LBW babies. There was an effect of standard care on temperature (p-value 0.000), respiratory rate (p-value 0.006), pulse rate (p-value 0.028) and oxygen saturation (p-value 0.000) in LBW babies. There was a difference in the physiological response of LBW babies between those given KMC and the nesting care control group, where KMC showed a better physiological response with a temperature difference of 1,230C, respiratory rate of 5.41 x/minute, pulse rate of 9.65x/minute and 1,230C, respiratory rate of 5.41 x/minute, pulse rate of 9.65x/minute and oxygen saturation of 2.23%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidjulu, F. R., Hutagaol, E., & Kundre, R. (2021). Hubungan dukungan suami dengan kemauan ibu memberikan ASI eksklusif di Puskesmas Tuminting Kecamatan Tuminting. Jurnal Keperawatan, 3(1).

Aini, N. (2017). Pengaruh terapi musik gamelan terhadap suhu tubuh bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Sunan Kalijaga Demak. Semarang. Tersedia di http://ejournal.stikestelogorejo.ac.id/index.php/ilmukeperawatan/article/view/466

Ali, S. M., Sharma, J., Sharma, R., & A. S. (2019). Kangaroo mother care as compared to conventional care for low birth weight babies. Jurnal Media Kesehatan, 36(3).

Almeida, C. M., & Almeida, A. F. N. (2020). Effects of kangaroo mother care on the vital signs of low weight preterm newborns. Brazilian Journal of Physical Therapy, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.1590/S1413-35552007000100002

Anantaliana, D. A. I. (2023). Gambaran tingkat suhu tubuh pada bayi BBLR (berat badan lahir rendah) di RSUD Klungkung tahun 2023. Poltekkes Kemenkes Denpasar, Jurusan Keperawatan.

Anggusafutri, W. D., Rumiyati, E., & Wulandari, Y. (2022). Efektivitas kangaroo mother care (KMC) terhadap perubahan suhu dan berat badan BBLR di RSUD Pandan Arang. Jurnal Photon, 13(1), 9–14. https://doi.org/10.37859/jp.v13i1.3691

Arifah, S., & Wahyuni, S. (2020). Pengaruh kangaroo mother care (KMC) dua jam dan empat jam per hari terhadap kenaikan berat badan lahir rendah bayi preterm di rumah sakit. Dalam Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Kesehatan (hlm. 35–41). Surakarta.

Arikunto, S. (2018). Metodologi penelitian suatu pendekatan proposal. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Aryastami, N. K. (2017). Kajian kebijakan dan penanggulangan masalah gizi stunting di Indonesia. Indonesian Bulletin of Health Research, 45(4), 233–240. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i4.7465.233-240

Astuti, E., Nirmala, R., & Intan, C. (2023). Perubahan berat badan neonatus dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal Kebidanan, 12(1), 17–23. https://doi.org/10.47560/keb.v12i1.484

Bailey, S. (2018). Kangaroo mother care. British Journal of Hospital Medicine, 73(5), 278–281. https://doi.org/10.12968/hmed.2012.73.5.278

Baker-Rush, M. L. (2020). Reducing stress in infants: Kangaroo care. International Journal of Environmental Research and Public Health, 31(4), 14–18.

Boundy, E. O., Dastjerdi, R., Spiegelman, D., Fawzi, W. W., Missmer, S. A., & Lieberman, E. (2021). Kangaroo mother care and neonatal outcomes: A meta-analysis. Pediatrics, 23(3).

Cañadas, D. C., Perales, A. B., Martínez, R. G., Belmonte, M. P. C., & Carreño, T. P. (2021). Effects of kangaroo mother care in the NICU on the physiological stress parameters of premature infants: A meta-analysis of RCTs. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(583), 1–12. https://doi.org/10.3390/ijerph19010583

Cutland, C., et al. (2017). Low birth weight: Case definition & guidelines for data collection, analysis, and presentation of maternal immunization safety data. Vaccine, 3(5), 6492–6500. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2017.01.049

Deswita, D., Besral, B., & Rustina, Y. (2020). The influence of kangaroo mother care on physiological response of premature infants. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 5(5), 227–233. https://doi.org/10.21109/kesmas.v5i5.131

Dinas Kesehatan Jawa Tengah. (2021). Profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2020. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Kendal 2022. Kendal: Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal.

Ellen, et al. (2018). Kangaroo mother care and neonatal outcomes: A meta-analysis. Pediatrics, 137(1), 1–16.

Endhah, S. (2021). Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap stres fisiologis pada bayi berat lahir rendah di RSUD Sukoharjo. Stikes Kusuma Husada.

Ernawati, W. (2017). Hubungan faktor umur ibu dan paritas dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Jurnal Universitas ‘Aisyiyah, 2(2), 16–22.

Fajriana, A., & Buanasita, A. (2021). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Kecamatan Semampir Surabaya. Media Gizi Indonesia, 13(1), 71–80. https://doi.org/10.20473/mgi.v13i1.71-80

Farida, D., & Yuliana, A. R. (2017). Pemberian metode kangaroo mother care (KMC) terhadap kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi BBLR. Jurnal Penelitian Kesehatan, 4(2).

Fernando, F., Ningsih, A. G., Pebrina, M., & Morika, H. D. (2018). Efektivitas metode kanguru terhadap suhu pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 10(1), 32–37. https://doi.org/10.30633/jkms.v10i1.306

Gebregzabiherher, Y., et al. (2017). The prevalence and risk factors for low birth weight among term newborns in Adwa General Hospital, Northern Ethiopia. Obstetrics and Gynecology International, 2017(265), 1–7. https://doi.org/10.1155/2017/2149156

Gemilastri, R., Zeffira, L., & Malik, R. (2024). Karakteristik bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Scientific Journal, 3(1), 16–26. https://doi.org/10.56260/sciena.v3i1.125

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hazimah, H., Akbar, S., Pane, A. H., & Diba, F. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah di Kabupaten Bangka. Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik), 7(1), 42–52. https://doi.org/10.30743/stm.v7i1.574

Hidayat, A. A. (2018). Metode penelitian keperawatan dan teknis analisis data. Jakarta: Salemba Medika.

Izzah, K. (2018). Hubungan riwayat BBLR (berat badan lahir rendah) dengan perkembangan motorik halus dan kasar bayi usia 6–12 bulan (Studi di Wilayah UPT Puskesmas Kecamatan Babat). Jurnal STIK Insan Cedekia Medika, 2(2), 15–21.

Kaunang, A. W., Wilar, R., & Rompis, J. (2020). Perbandingan kadar saturasi oksigen hari pertama dan hari ketiga pada bayi baru lahir. e-CliniC, 3(1). https://doi.org/10.35790/ecl.3.1.2015.7394

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Khoiriyah, H. (2018). Hubungan usia, paritas dan kehamilan ganda dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kesehatan Akbid Wira Buana (JUKES), 1(1), 253–259.

Khozaimah, P. I., Munir, Z., & Tauriana, S. (2024). Penerapan terapi metode kangaroo mother care (KMC) pada bayi V dengan kasus BBLR pada diagnosa hipotermia di Ruang Peristi Bayi RSUD Sidoarjo. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 5(1), 56–65. https://doi.org/10.33650/trilogi.v5i1.7636

Kirk, C., et al. (2017). Health, nutrition, and development of children born preterm and low birth weight in rural Rwanda: A cross-sectional study. BMC Pediatrics, 17(1), 266–272. https://doi.org/10.1186/s12887-017-0946-1

Lestari, K., & Y. (2018). Penelitian pendidikan matematika. Bandung: PT Refika Aditama.

Lestari, U. I., Novita, R. V. T., & Utami, T. A. (2024). Efektivitas perawatan induk kanguru dengan stabilkan suhu dan pertambahan berat badan pada bayi prematur di rumah sakit swasta. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 4(11), 5169–5178. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i11.15233

Litasari, R., & Sunarni, N. (2021). Perawatan metode kangaroo mother care (KMC) pada bayi berat lahir rendah. Jurnal Bimtas, 5(1), 19–29. https://doi.org/10.35568/bimtas.v5i1.1635

Lubis. (2019). Penanganan demam pada anak. Sari Pediatri, 12(6), 409–418. https://doi.org/10.14238/sp12.6.2011.409-18

Ludington, H. S., & Golant, S. K. (2018). Kangaroo care: The best you can do to help your preterm infant. New York: Bantam Books.

Manuaba, I. B. G. (2017). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB. Jakarta: EGC.

Masrukah, N. (2021). Perbedaan efektivitas metode inkubator dengan metode kangaroo mother care dalam pencegahan hipotermia pada bayi dengan berat badan lahir rendah di Ruang Neonatus RSUD Sidoarjo. [Skripsi, Universitas Airlangga].

Mayasari, D. (2015). Aplikasi tindakan perawatan metode kanguru terhadap fungsi fisiologis pada asuhan keperawatan bayi Ny. F dengan kelahiran prematur di Ruang High Care Unit (HCU) Neonatus RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 38–43.

Mustikawati, I. S. (2020). Pengaruh pendampingan kader kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek perawatan metode kangguru (PMK) pada ibu dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) di Jakarta Utara. [Tesis, Universitas Indonesia].

Notoatmodjo, S. (2018a). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018b). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2018). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis. Jakarta: Salemba Medika.

Pantiwati, I. (2018a). Bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Yogyakarta: Nuha Medika.

Pantiwati, I. (2018b). Bayi dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Yogyakarta: Nuha Medika.

Perinasia. (2020). Melindungi, meningkatkan, dan mendukung menyusui: Peran khusus pada pelayanan kesehatan ibu hamil dan menyusui. Jakarta: Perkumpulan Perinatologi Indonesia.

Podja, J., & Kelley, L. (2020). Low birthweight − Nutrition policy discussion. United Nations Administrative Committee on Coordination Sub−Committee on Nutrition Nutrition Policy.

Pramono, M. S., & Paramita, A. (2020). Pola kejadian dan determinan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18(1), 1–10. https://doi.org/10.22435/hsr.v18i1.4263.1-10

Pratiwi, A. (2015). Pemberian metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap kestabilan suhu tubuh BBLR pada asuhan keperawatan bayi Ny. Y di Ruang HCU Neonatus RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 15–20.

Proverawati, A., & Ismawati, C. S. (2020). BBLR (Berat Badan Lahir Rendah): Dilengkapi dengan asuhan pada BBLR & pijat bayi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Purwandari, A., Tombokan, S. G. J., & Kombo, N. L. C. (2019). Metode kanguru terhadap fungsi fisiologis bayi berat lahir rendah. Jurnal Ilmiah Bidan, 6(2), 38–45. https://doi.org/10.47718/jib.v6i2.815

Putriana, Y., & Aliyanto, W. (2018). Efektivitas perawatan metode kangguru (PMK) dan terapi murottal terhadap peningkatan berat badan dan suhu pada bayi BBLR. Jurnal Kesehatan, 9(1), 33–45. https://doi.org/10.26630/jk.v9i1.731

Riwidikdo, H. (2018). Statistik penelitian kesehatan. Yogyakarta: Pustaka.

Robinson, & L. (2019). Buku ajar visual nursing. Tangerang Selatan: Binarupa Aksara Publisher.

Sari, A. P., Lah, R., & Anita, T. (2021). Faktor maternal terhadap kejadian BBLR. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 5(1), 1–5. https://doi.org/10.33862/citradelima.v5i1.210

Sarnah, S., Firdayanti, F., & Rahma, A. S. (2020). Manajemen asuhan kebidanan pada bayi Ny. "H" dengan hipotermi di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Jurnal Midwifery, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.24252/jmw.v2i1.10652

Setiyawan, S., Prajani, W. D., & Agussafutri, W. D. (2019). Pengaruh pelaksanaan Kangaroo Mother Care (KMC) selama satu jam terhadap suhu tubuh bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Ruang Perinatologi RSUD Pandan Arang Boyolali. Jurnal Keperawatan Global (JKG), 4(1), 35–44. https://doi.org/10.37341/jkg.v4i1.64

Setyarini, D. I., & S. (2021). Asuhan kebidanan kegawatdaruratan maternal neonatal. Jakarta: Kemenkes RI.

Setyo, P. M., & A. (2020). Pola kejadian dan determinan bayi dengan berat badan lahir rendah di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18(1), 1–10.

Sholiha, H., & Sumarmi, S. (2020). Analisis risiko kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) pada primigravida. Media Gizi Indonesia, 10(1), 57–63. https://doi.org/10.20473/mgi.v10i1.57-63

Silalah, A. K. (2023). Efektivitas perawatan metode kanguru terhadap stabilitas frekuensi denyut jantung pada BBLR. Malahayati Nursing Journal, 5(2), 5–24. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i5.8472

Simarmata, O. S. (2020). Hubungan kualitas pelayanan antenatal terhadap kejadian bayi berat lahir rendah di Indonesia. Universitas Indonesia.

Siregar, S. (2019). Statistika deskriptif untuk penelitian dilengkapi perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Siswanti, H., Sukesih, S., Karyati, S., Untar, E., & Subiwati, S. (2023). Pengaruh durasi waktu Kangaroo Mother Care (KMC) pada BBLR dengan fungsi fisiologis bayi dan psikologis ibu dengan bayi di RSIA Restu Ibu Sragen. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(2), 547–556. https://doi.org/10.26751/jikk.v14i2.2091

Sriyanah, N., Pawenrusi, E. P., & Efendi, S. (2023). Pemberian metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap kestabilan suhu tubuh bayi berat badan lahir rendah. Jurnal Keperawatan, 15(4), 1787–1794.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistyowati, A. (2018). Pemeriksaan tanda-tanda vital. Sidoarjo: Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sidoarjo.

Supariasa, I. D. N. (2017). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.

Surasmi, D. (2018). Perawatan bayi risiko tinggi. Jakarta: EGC.

Susanti, D. (2018). Pengaruh metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap peningkatan saturasi O₂ pada bayi dengan BBLR di Ruangan Perinatologi Rumah Sakit Dr. Achmad Mocthar Bukittinggi tahun 2018. STIKES Perintis Padang.

Syafrudin, & H. (2019). Kebidanan komunitas. Jakarta: EGC.

Uliyah, M., & Hidayat, A. A. (2017). Praktikum keterampilan dasar praktik klinik. Jakarta: Salemba Medika.

Utami, R. W. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar bayi usia 6–24 bulan di Klinik Baby Smile Kabupaten Karanganyar. Universitas Sebelas Maret.

Verma, P., & Verma, V. (2019). Effect of kangaroo mother care on heart rate, respiratory rate and temperature in low birth weight babies. International Journal of Medical Research and Review, 2(2), 81–86. https://doi.org/10.17511/ijmrr.2014.i02.02

Wati, R. C. R., Etika, R., & Yunitasari, E. (2019). Pengaruh perawatan metode kanguru terhadap respon fisiologis bayi berat lahir rendah. Pediomaternal Nursing Journal, 5(2), 175. https://doi.org/10.20473/pmnj.v5i2.13333

World Health Organization (WHO). (2018a). Introducing and sustaining EENC in hospitals: Kangaroo mother care for pre-term and low-birthweight infants.

World Health Organization (WHO). (2018b). Child stunting: World health statistics data visualizations dashboard. https://apps.who.int/gho/data/node.sdg.2-2-viz-1?lang=en

World Health Organization (WHO). (2020). Child stunting: World health statistics data visualizations dashboard. https://apps.who.int/gho/data/node.sdg.2-2-viz-1?lang=en

Zahra, S. A., Radityo, A. N., & Mulyono, M. (2018). Pengaruh durasi Kangaroo Mother Care terhadap perubahan tanda vital bayi. Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 7(2), 1182–1191.

Zakiah, Z., Noor, Z. N. B., & Setiawati, E. (2021). Efektivitas peningkatan suhu tubuh pada perawatan metode kangguru dan perawatan inkubator.

Downloads

Published

2025-09-12

How to Cite

Intan Triyanti, Kurnia Wijayanti, & Indra Tri Astuti. (2025). Pengaruh Pemberian Metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap Respon Fisiologis pada Bayi BBLR. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 3(4), 16–38. https://doi.org/10.55606/termometer.v3i4.5485

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.