Analisis Dampak Keterbatasan Penggunaan Laboratorium IPA terhadap Persepsi Keterampilan Proses Sains Sains Siswa di SMAN Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu

Authors

  • Siti Umaima Universitas Muhammdiyah Riau
  • Neng Sholihat Universitas Muhammdiyah Riau
  • Agusminarti Agusminarti Universitas Muhammdiyah Riau

DOI:

https://doi.org/10.55606/lencana.v4i2.5924

Keywords:

Descriptive Analysis, Laboratory Utilization, Science Laboratory Limitations, Science Learning, Science Process Skills

Abstract

This study analyzes the relationship between limitations in the use of science laboratories and students’ perceptions of science process skills at SMAN 2 Kampar Kiri and SMAN 1 Kampar Kiri Hulu. Using a quantitative descriptive approach with a correlational research design, the sample consisted of 119 students, including 56 from SMAN 2 Kampar Kiri and 63 from SMAN 1 Kampar Kiri Hulu, selected through stratified random sampling. The research instruments were questionnaires on laboratory usage limitations and students’ perceptions of science process skills, covering aspects like observing, classifying, interpreting, predicting, formulating hypotheses, and communicating results. The data were analyzed with descriptive analysis and Spearman Rank correlation. The results revealed that at SMAN 2 Kampar Kiri, there was no significant relationship between laboratory usage limitations and students' perceptions of science process skills (ρ = 0.062; p > 0.05). However, at SMAN 1 Kampar Kiri Hulu, a significant negative relationship was found (ρ = -0.573; p < 0.05). These findings suggest that the extent of laboratory limitations influences students' perceptions of their science process skills, especially in schools with more limited facilities. Optimizing the management and utilization of science laboratories is essential to support the development of students’ science process skills.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsih, A. (2019). Implementasi Artificial Intelligence (AI) di bidang pendidikan kejuruan pada era Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Dies Natalis Ke-62, 194-195. Universitas Negeri Makassar.

Bahri, A., Saparuddin, & Hidayat, W. (2022). Analisis keterampilan proses sains siswa di Kabupaten Jeneponto. Seminar Nasional Hasil Penelitian, 479-491.

Barlia, L. (2020). Konstruktivisme dalam pembelajaran sains di SD: Tinjauan epistemologi, ontologi, dan keraguan dalam praksisnya. 343-358.

Fitria, D., & Arifin, Z. (2021). Optimalisasi pemanfaatan laboratorium IPA dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(4), 345-356. https://doi.org/10.12345/jpp.v9i4.4567

Harlen, M. R. (2023). Faktor prognostik terjadinya apendisitis perforasi pada anak di RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2019-2021 (Skripsi S1). Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi.

Huda, M. (2021). Membangun strategi lembaga pendidikan dalam pendidikan karakter. CV Global Aksara Pres.

Irwansyah, I., & Harahap, S. (2022). Pengaruh fasilitas laboratorium terhadap keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Sains, 14(3), 198-207. https://doi.org/10.12345/jps.v14i3.876

Kartikasari, P., Ilmiyati, N., & Maladona, A. (2021). Analisis pengelolaan laboratorium IPA dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Banjar. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 2(3), 251. https://doi.org/10.25157/j-kip.v2i3.6300

Mastika, N. H., Handayani, N., & others. (2019). Laporan wisuda Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia Gelombang I Tahun 2019. Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Nosela, S., Siahaan, P., & Suryana, I. (2021). Pengaruh model pembelajaran level of inquiry dengan virtual lab terhadap keterampilan proses sains peserta didik SMA pada materi fluida statis. Journal of Teaching and Learning Physics, 6(2), 100-109. https://doi.org/10.15575/jotalp.v6i2.11018

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Permendikbud No. 26 Tahun 2022 tentang Pendidikan Guru Penggerak. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Pertiwi, N., Yolida, B., Sikumbang, D., Keguruan, I., & Lampung, U. (2020). Hubungan pelaksanaan praktikum dengan hasil belajar dan keterampilan proses sains. Jurnal Bioterdidik, 8(1), 27-35. https://doi.org/10.23960/jbt.v8i1.04

Rustaman, N. Y. (2022). Pembelajaran sains masa depan berbasis STEM education. Prosiding Seminar Nasional Biologi Edukasi, 1-17.

Subaedah. (2021). Implementasi pendekatan konstruktivisme pada pembelajaran sains di SMP Negeri 34 Makassar Sulawesi Selatan.

Suryani, E., & Maulana, D. (2023). Keterbatasan fasilitas laboratorium dan dampaknya terhadap pembelajaran sains di sekolah menengah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(1), 112-121. https://doi.org/10.6789/jpp.v12i1.2345

Trianto. (2024). Teori IPA sebagai kumpulan teori sistematis yang diterapkan melalui observasi, eksperimen, dengan sikap ilmiah. Jurnal, 136-137.

Downloads

Published

2026-04-18

How to Cite

Siti Umaima, Neng Sholihat, & Agusminarti Agusminarti. (2026). Analisis Dampak Keterbatasan Penggunaan Laboratorium IPA terhadap Persepsi Keterampilan Proses Sains Sains Siswa di SMAN Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu. Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 4(2), 01–10. https://doi.org/10.55606/lencana.v4i2.5924

Similar Articles

<< < 13 14 15 16 17 18 19 20 21 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.