Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pengeroyokan Perangkat Wasit dalam Pertandingan Sepak Bola Liga Amatir di Indonesia

Authors

  • Muhammad Jay Universitas Mulawarman
  • Mahendra Putra Kurnia Universitas Mulawarman
  • Nur Aripkah Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v4i2.6320

Keywords:

Criminal Law, Lex Sportiva, Assault, Criminal Liability, Referees

Abstract

This study discusses the legal issue of assaults on referees that frequently occur in amateur league football matches in Indonesia. Although the world of sport has an autonomous legal system known as Lex Sportiva through the PSSI Disciplinary Code, assaults remain a violation of national criminal law, specifically Article 262 of the Indonesian Criminal Code. This study aims to analyze the relationship between national criminal law and Lex Sportiva in handling cases of assaults on referees and to identify the forms of criminal liability that can be imposed on the perpetrators. The research method used is doctrinal legal research with a statutory and conceptual approach. The analysis was conducted on various regulations related to criminal law and sports law as well as the doctrines of relevant experts. The results of the study indicate that Lex Sportiva is not included in the hierarchy of laws and regulations in Indonesia so it cannot override the state's authority to enforce criminal law. Criminal liability for perpetrators of assaults on referees can be applied if the actions carried out fulfill the elements of a criminal act. Therefore, harmonization between Lex Sportiva and national criminal law is necessary to guarantee legal protection for referees, maintain public order, and support the integrity of football matches.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adji, H. M. (2021). Statuta PSSI dalam hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Al-Adl.

Ahmed Wijaya, N. A. (2024). Perlindungan hukum pada wasit terhadap tindakan penganiayaan saat berlangsungnya pertandingan sepak bola dikaitkan dengan hukum pidana (Skripsi). Universitas Tidar.

Amar, K., & Ridwan. (2019). Pelaksanaan prinsip lex sportiva dalam penyelesaian kasus tindak pidana pada sepak bola di Bima NTB. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana.

Amrani, H., & Ali, M. (2015). Sistem pertanggungjawaban pidana: Perkembangan dan penerapan. PT Rajawali Press.

Ardhian, F. R., & Emmilia, R. (2021). Kajian yuridis lex sportiva terhadap pemidanaan pemain sepak bola (Skripsi). Universitas Negeri Surabaya.

Aruan, P., Bintang, H., Sirait, N. N., & Leviza, J. (2014). Berlakunya Statuta Fédération Internationale de Football Association (FIFA) dikaitkan dengan kedaulatan negara (Studi kasus dualisme Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Journal of USU International Law, 2(1).

Asshiddiqie, J. (1994). Gagasan kedaulatan rakyat dalam konstitusi dan pelaksanaannya di Indonesia. Ichtiar Baru.

Bemmelen, J. M. van. (1986). Hukum pidana 3: Bagian khusus delik-delik khusus (Hasnan, Trans.). Binacipta.

Darwin Pane, M. (2017). Pengganti kerugian negara dalam tindak pidana korupsi: Alternatif pengganti pidana penjara dan pidana mati dalam perspektif pemberantasan korupsi. Logos Publishing.

Eko, N. K. (2016). Peranan hukum nasional dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia. Rechtsvinding.

Ely, S. (2023). Analisis hukum kekerasan dalam olahraga sepak bola berdasarkan prinsip-prinsip lex sportiva (Skripsi). Universitas Pasundan.

Fadli, M. (2018). Pembentukan undang-undang yang mengikuti perkembangan masyarakat. Jurnal Legislasi Indonesia, 15(1).

Fadlian, A. (2020). Pertanggungjawaban pidana dalam suatu kerangka teoritis. Jurnal Hukum Positum.

Foster, K. (2023). Is there a global sport law? Entertainment and Sport Law Journal, 21.

Hartono, B. (2016). Analisis keadilan restoratif (restorative justice) dalam konteks ultimum remedium sebagai penyelesaian permasalahan tindak pidana anak. Pranata Hukum.

Ibrahim, J. (2005). Teori dan metode penelitian hukum normatif. Bayumedia.

Indriyanto Seno Adji. (2006). Korupsi kebijakan aparatur negara dan hukum pidana. Diadit Media.

Irianto, B. S. (2021). Tinjauan yuridis tindak pidana penganiayaan oleh pemain sepak bola di dalam kompetisi regional PSSI ditinjau dari KUHP.

Ismet, H., & Suslianto. (2022). Penerapan asas tiada pidana tanpa kesalahan dalam ketentuan Pasal 78 Ayat (15) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. At-Tanwir Law Review.

James, M. (2010). Sports law and the criminal law: A comparative analysis. International Sports Law Journal.

Kurniawan, D. (2020). Penegakan hukum terhadap pemain sepak bola yang melakukan kekerasan fisik kepada wasit dalam pertandingan sepak bola (Skripsi). Universitas Pembangunan Nasional Veteran.

Kurniawan. (2014). Hukum olahraga dalam perspektif hukum nasional. Indeks.

Maharani. (2020). Tinjauan yuridis terhadap tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh pemain sepak bola di lapangan. Jurnal Hukum Unigoro.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Prenada Media Group.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Naomi, C., & Kurniawan, I. G. N. (2024). Analisis yuridis tindakan suporter sepak bola yang melakukan hooliganisme terhadap wasit. Jurnal Kertha Desa.

Nugraha, A. C. (2012). Mahir sepakbola. Nuansa Cendekia.

Nugroho, E. C., & Effendi, T. (2019). Korelasi lex sportiva dengan hukum pidana terhadap tindak pidana di dalam sepak bola Indonesia. Simposium Hukum Indonesia, 1(1).

Pandjaitan, H. I. P. (2011). Kedaulatan negara vs kedaulatan FIFA. PT Gramedia Pustaka Utama.

Paripurna, A. (2021). Viktimologi dan sistem peradilan pidana. Deepublish.

Prasetyo, A. (2021). Otonomi hukum olahraga (lex sportiva) dalam penyelesaian sengketa keolahragaan di Indonesia. Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam.

Prodjodikoro, W. (1974). Tindak-tindak pidana tertentu di Indonesia. PT Eresco.

Ramadhan, F. (2018). Perlindungan hukum bagi wasit dalam pertandingan sepak bola berdasarkan aturan hukum pidana. Jurnal Ilmu Hukum.

Ramadhan, P. (2021). Pertimbangan hakim dalam putusan tindak pidana pengeroyokan kepada wasit sepak bola. Universitas Sriwijaya.

Saleh, R. (1987). Stelsel pidana Indonesia. Aksara Baru.

Santoso Giriwijoyo, Y. S. (2005). Manusia dan olahraga. Institut Teknologi Bandung.

Setya, A. (2018). Otonomi lex sportiva dikaitkan dengan suap dalam olahraga di RUU KUHP. Jurnal Hukum.

Sholehuddin, M. (2011). Sistem sanksi dalam hukum pidana: Ide dasar double track system dan implementasinya. RajaGrafindo Persada.

Slamet, R. (2019). Penerapan asas lex sportiva pada sistem hukum Indonesia dalam perspektif kedaulatan negara (Skripsi). Universitas Islam As-Syafi’iyah.

Smith, M. D. (1983). Violence and sport. Butterworths.

Soesilo, R. (1994). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta komentar lengkap pasal demi pasal. Politeia.

Sudarto. (2018). Hukum pidana I (Edisi revisi). Yayasan Sudarto.

Sulistiyono. (2012). Transformasi pengelolaan klub sepak bola di Indonesia. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia.

Sulistiyono. (2022). Transformasi pengelolaan klub sepak bola di Indonesia.

Susanti, B. (2017). Menyoal jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Jentera.

Wijaya Kusuma, W. (2010). Piala dunia dari masa ke masa. Aplus Books.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Muhammad Jay, Mahendra Putra Kurnia, & Nur Aripkah. (2026). Pertanggungjawaban Pidana terhadap Pengeroyokan Perangkat Wasit dalam Pertandingan Sepak Bola Liga Amatir di Indonesia. Journal of Creative Student Research, 4(2), 321–337. https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v4i2.6320

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.