Harmonisasi Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
DOI:
https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i3.6749Keywords:
Environmental Protection, Harmonization of Law, Local Government Authority, Regional Autonomy, Sustainable DevelopmentAbstract
Environmental protection and management require a clear division of authority between the central and local governments to ensure effective governance, legal certainty, and the implementation of sustainable development. Changes in environmental regulations have created a need for harmonization to prevent overlapping authorities, unclear responsibilities, and differences in policy implementation at both the central and local levels. This study aims to analyze the regulation and harmonization of local government authority in environmental protection and management. This study employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. Legal materials were analyzed qualitatively to identify the consistency of authority arrangements between the central and local governments. The results show that local government authority has a legal basis regulating its roles and responsibilities; however, regulatory developments require synchronization and clarification of the boundaries of authority to ensure that its implementation remains clear, consistent, and effective. Harmonization is necessary through regulatory alignment and strengthened intergovernmental coordination. The implication is that the harmonization of authority can strengthen legal certainty, support the implementation of regional autonomy, and promote sustainable environmental protection and management.
Downloads
References
Akbal, M. (2016). Harmonisasi kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Supremasi: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya, 11(2), 127–135. https://doi.org/10.26858/supremasi.v11i2.2800
Fatanen, A. (2021). Eksistensi kewenangan daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasca diterbitkannya Undang-Undang Cipta Kerja. Khazanah Hukum, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.10009
Helmi, F., & Kusniati, R. (2021). Penggunaan omnibus law dalam reformasi regulasi bidang lingkungan hidup di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 24–35. https://doi.org/10.14710/mmh.50.1.2021.24-35
Hidayat, C. N., & Niagara, S. G. (2022). Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dengan wewenang pemerintah daerah ditinjau dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 berdasarkan sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rechtsregel: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 695–707. https://doi.org/10.32493/rjih.v5i2.27608
Hijriah, N. K., & Syam, F. (2024). The impact of omnibus law on local government authority in the management environment: Dampak omnibus law terhadap kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Mendapo: Journal of Administrative Law, 5(1), 29–42. https://doi.org/10.22437/mendapo.v5i1.28813
Huda, N. (2019). Hukum pemerintahan daerah. Nusa Media.
Indrati S., M. F. (2007). Ilmu perundang-undangan: Jenis, fungsi, dan materi muatan. Kanisius.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.
Mina, R. (2016). Desentralisasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai alternatif menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Arena Hukum, 9(2), 149–165. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2016.00902.1
Nugrianti, K. (2025). Kewenangan pemerintah daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui pengembangan kawasan geopark. Jurnal Supremasi, 15(1), 121–134. https://doi.org/10.35457/supremasi.v15i1.4183
Putri, N. R. B. (2022). Kewenangan pemerintah daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009. DiH: Jurnal Ilmu Hukum, 18(1), 1–15. https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.6587
Rahmadi, T. (2020). Hukum lingkungan di Indonesia (Edisi ketiga). Rajawali Pers.
Ridwan, H. R. (2018). Hukum administrasi negara (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Riendy, Y. (2021). Dampak Undang-Undang Cipta Kerja terhadap otonomi daerah ditinjau dari Pasal 26 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pamulang Law Review, 4(1), 79–90. https://doi.org/10.32493/palrev.v4i1.12794
Ruhiyat, S. G., Imamulhadi, & Adharani, Y. (2022). Kewenangan daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja. Bina Hukum Lingkungan, 7(1), 39–58. https://doi.org/10.24970/bhl.v7i1.298
Sidauruk, A. D. B. (2025). Interdependensi kewenangan pemerintah daerah dengan otonomi daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues, 4(1), 11–19. https://doi.org/10.32734/nlrjolci.v4i1.20190
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.
Wati, E. P. (2018). Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan. Bina Hukum Lingkungan, 3(1), 119–126. https://doi.org/10.24970/jbhl.v3n1.9
Yusa, I. G., & Hermanto, B. (2018). Implementasi green constitution di Indonesia: Jaminan hak konstitusional pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan. Jurnal Konstitusi, 15(2), 306–326. https://doi.org/10.31078/jk1524
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ricky Oktadinata, Satria Iman Kurnianda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






