Analisis Yuridis Keterlambatan Penegakan Hukum dalam Kasus Robot Trading Ilegal di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i3.6724Keywords:
Delay in Enforcement, Economic Crime, llegal Trading Robots, Law Enforcement, Legal RegulationAbstract
The phenomenon of illegal robot trading in recent years has caused significant losses to the public. Although numerous reports and complaints have been filed since its inception, law enforcement against illegal robot trading operators is often considered slow and unresponsive. This study aims to analyze the legal factors causing delays in law enforcement, ranging from regulatory and institutional aspects to technical obstacles in the investigation process. Using normative legal research methods combined with an empirical approach to several illegal robot trading cases, this study found that delays in law enforcement action were influenced by overlapping authority between the Financial Services Authority (OJK), the Commodity Futures Trading Regulatory Agency (Bappebti), and the Indonesian National Police (Polri), a lack of synchronization in regulations related to digital asset trading and investment services, and limited capacity of law enforcement to understand digital financial instruments. These delays have led to a significant increase in the number of victims and losses. This study recommends the establishment of a rapid enforcement mechanism, regulatory harmonization, and increased capacity of law enforcement officers to address digital economic crimes.
Downloads
References
Asshiddiqie, J. (2005). Konstitusi dan konsep negara hukum di Indonesia. Sekretariat Jenderal DPR RI.
Bappebti. (2021). Evaluasi pengawasan robot trading dan investasi digital.
Bappebti. (2022). Pedoman pengawasan perdagangan berjangka komoditi digital.
Fitriani, R., & Kurniawan, A. (2022). Dampak psikologis korban investasi bodong: Analisis kasus di Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 17(2), 120-135.
Hadjon, P. M. (n.d.). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia.
Haryono. (2005). Hukum, teori dan metode penelitian normatif. Bayumedia.
Hidayat, R. (2020). Perlindungan hukum terhadap korban investasi bodong di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(2), 145-162.
Ibrahim, J. (2013). Teori & metodologi penelitian hukum normatif. Bayu Media.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2021). Laporan pemblokiran aplikasi dan situs investasi ilegal.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2022). Laporan tahunan 2021: Integrasi data dan sistem informasi.
Lubis, A. R. (2019). Kelemahan regulasi dalam pengawasan investasi digital di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 49(2), 211-230.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum: Edisi revisi. Kencana.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Literasi keuangan dan perlindungan konsumen di era digital.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022a). Laporan evaluasi pengawasan investasi digital.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022b). Laporan investigasi robot trading ilegal 2021-2022.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022c). Laporan pengawasan investasi ilegal dan perlindungan konsumen.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Panduan investasi aman di pasar modal digital.
Rahardjo, S. (2007). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2010). Penegakan hukum di Indonesia: Masalah dan solusi. Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2017). Ilmu hukum dan teori penegakan hukum. Rajawali Pers.
Sirait, T. M. (2023). Cyber law dalam teori dan perkembangannya (Cyber crime, privacy data, e-commerce). Budi Utama.
Soekanto, S. (2010). Sosiologi hukum: Suatu pengantar. Rajawali Pers.
Soekanto, S. (n.d.). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2007). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.
Suryanto, I. (2021). Psikologi korban penipuan keuangan: Studi pada investasi bodong di Indonesia. Rajawali Press.
Sutherland, E. H. (1949). White collar crime.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2020). Guidelines on asset recovery and victim compensation. UNODC.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Damun Damun, Timbo Mangaranap Sirait

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






