Model Investasi Berbasis Ekuitas Adat

Studi Kewajiban Kemitraan (Joint Venture) Investor dan Masyarakat Adat Port Numbay di Kota Jayapura

Authors

  • Dudi Mulyadi Universitas Cenderawasih
  • Firman Firman Universitas Cenderawasih
  • Tri Yanuaria Universitas Cenderawasih
  • Abdul Malik Mufty Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i3.6648

Keywords:

Customary Equity, Indigenous Investment, Joint Venture, Port Numbay, Prior And Informed Consent

Abstract

This study examines a customary equity-based investment model as an alternative legal framework for partnerships between investors and the Port Numbay Indigenous Community in Jayapura City. It addresses the persistent inequality in investment practices, where customary land is generally treated only as an object of compensation rather than as an equity asset capable of providing sustainable economic benefits to indigenous communities. Using a normative-empirical (socio-legal) approach, the research analyzes statutory regulations, Papua’s Special Autonomy framework, customary land practices, and empirical data collected through interviews with customary leaders, clan representatives, and business actors. Qualitative analysis was conducted using statutory, conceptual, comparative, and case approaches. The findings indicate that existing investment arrangements rely mainly on one-time compensation, which provides limited legal certainty, economic sustainability, and community participation. The proposed model redefines indigenous communities as equity partners with proportional ownership, dividend rights, and participation in investment governance, based on the principles of Free, Prior and Informed Consent (FPIC), equitable benefit-sharing, and legal protection. This model offers a practical legal framework for promoting fair, inclusive, and sustainable investment in Papua.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cahyaningrum, D. (2022). Hak pengelolaan tanah ulayat masyarakat hukum adat untuk kepentingan investasi. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 13(1), 41–59. https://jurnal.dpr.go.id/index.php/hukum/article/view/2970

Fatimah, T., & Andora, H. (2014). Pola penyelesaian sengketa tanah ulayat di Sumatera Barat (Sengketa antara masyarakat dengan investor). Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 36–75. https://doi.org/10.30652/jih.v4i1.2085

Hewitt, I. (2001). Joint ventures (2nd ed.). Sweet & Maxwell.

HS, S., & Sutrisno, B. (2008). Hukum investasi di Indonesia. Rajawali Pers.

Ilmiyah, M., & Shofi, N. (2025). Hak asasi masyarakat adat Papua atas tanah ulayat dan lingkungan hidup dalam tekanan investasi tambang dan infrastruktur negara. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 14(12), 51–60. https://cibangsa.com/index.php/causa/article/view/4063

Mebri, F. H., Suradinata, E., & Kusworo, K. (2022). Strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Jayapura Provinsi Papua. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 12(1), 102–114. https://doi.org/10.33701/jiwbp.v12i1.2537

Nasir, G. A., Dimyati, K., & Absori, A. (2019). Jaminan hukum atas pengakuan dan eksistensi hak ulayat pada masyarakat hukum adat. Lex Publica, 6(1), 32–40. https://doi.org/10.58829/lp.6.1.2019.32-40

Pamungkas, C., Oktafiani, I., & Imbhiri, L. (2022). Makna pembangunan bagi orang asli Papua: Studi terhadap marginalisasi dan depopulasi di Tanah Papua. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, Edisi Khusus, 16–38. https://journal.unpar.ac.id/index.php/JurnalIlmiahHubunganInternasiona/article/view/5970

Paulin, S. T. (2021). Perkembangan joint venture company dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Jurnal Hukum to-ra: Hukum untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, 7(2), 267–282. https://doi.org/10.55809/tora.v7i2.5

Pekey, S. (2025). Hak masyarakat adat Papua atas tanah ulayat dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. Jurnal Hukum Cassowary, 2(1), 34–49. https://doi.org/10.65675/jhc.v2i1.164

Pratama, R., Lestari, D., & Katari, A. (2022). Pemenuhan hak bagi masyarakat adat oleh negara di bidang hutan adat. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), 189–210. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art9

Radjagukguk, E. (2006). Hukum investasi di Indonesia. Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Salim, H. S. (2019). Hukum kontrak: Teori dan teknik penyusunan kontrak. Sinar Grafika.

Soembari, R., & Yandendai, L. (2025). Perlindungan hukum hak atas tanah ulayat orang asli Papua terhadap ekspansi proyek strategis nasional di Provinsi Papua Selatan. Jurnal Hukum Cassowary, 2(2), 94–110. https://jurnal.asthagrafika.com/index.php/cas/article/view/201

Sofyandy, D. (2017). Kearifan lingkungan masyarakat adat Malind Anim dalam pelestarian hutan di Kabupaten Merauke Provinsi Papua [Disertasi, Universitas Gadjah Mada]. UGM Repository. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/110631

Sornarajah, M. (2017). The international law on foreign investment (4th ed.). Cambridge University Press.

Sumardjono, M. S. W. (2001). Kebijakan pertanahan: Antara regulasi dan implementasi. Kompas Media Nusantara.

Suryana, I. G. N. R., Budiartha, I. N. P., & Ujianti, N. M. P. (2020). Perjanjian kerja sama (joint venture) penanaman modal asing dalam usaha perhotelan. Jurnal Konstruksi Hukum, 1(2), 233–239. https://doi.org/10.22225/jkh.1.2.2223.233-239

Suryawan, I. N. (2022). Membangun kampung adat dan juga melawan investasi: Artikulasi adat di Kabupaten Jayapura, Papua. Masyarakat Indonesia, 48(1), 31–46. https://doi.org/10.14203/jmi.v48i1.1179

Susanti, D. O., & Efendi, A. (2022). Penelitian hukum (Legal research). Sinar Grafika.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Wardana, A., & Darmawardana, N. (2024). Pembangunan sebagai proses eksklusi: Kajian hukum dan ekonomi-politik atas proyek strategis nasional. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(2). https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no2.1580

Widyaningsih, G. A. (2019). Membedah kebijakan perencanaan ketenagalistrikan di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 5(1), 117–136. https://doi.org/10.38011/jhli.v5i1.77

Wignjosoebroto, S. (2008). Hukum dalam masyarakat: Perkembangan dan masalah, sebuah pengantar ke arah kajian sosiologi hukum. Bayumedia Publishing

Downloads

Published

2026-09-01

How to Cite

Dudi Mulyadi, Firman Firman, Tri Yanuaria, & Abdul Malik Mufty. (2026). Model Investasi Berbasis Ekuitas Adat: Studi Kewajiban Kemitraan (Joint Venture) Investor dan Masyarakat Adat Port Numbay di Kota Jayapura. JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 5(3), 49–60. https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i3.6648