Pencemaran Nama Baik menurut Sudut Pandang Hak Asasi Manusia (HAM)

Authors

  • Nyoman Suryaningrat Widya Dharma Putra Universitas Pendidikan Ganesha
  • Si Ngurah Ardhya Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i2.6315

Keywords:

Criminal Law, Defamation, Human Rights, Legal Protection, Perspective

Abstract

The criminal act of defamation is regulated by the government, both in general and specific provisions, and is intended to provide comfort and protection for the feelings of society. The handling of defamation in criminal law is closely related to Article 310 of the Indonesian Criminal Code (KUHP). Insult, minor defamation, slander, and public humiliation are classified as forms of defamation that fall under criminal provisions handled by public prosecutors. From a human rights perspective, defamation is considered a minor offense. However, to prevent arbitrary actions in arresting suspects, specific rules and guidelines are required as references for law enforcement officers in handling such cases. This study employs a normative juridical method by examining relevant laws and regulations. The results show that defamation is a form of insult that may constitute a violation of human rights if law enforcement is carried out arbitrarily. Therefore, clear regulations and guidelines are necessary to ensure legal protection and to uphold human rights principles in handling defamation cases.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Awawangi, R. V. (2015). Pencemaran nama baik dalam KUHP dan menurut UU No. 11 Ta-hun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lex Crimen.

Ersa Kusuma, S. W. (2023). Kebebasan berpendapat dan kaitannya dengan hak asasi manusia (HAM). Sanskara Hukum dan HAM, 98. https://doi.org/10.58812/shh.v1i03.63

Gilang Rizky Ramadhan, Y. D. (2024). Penanganan tindak pidana pencemaran nama baik yang dihubungkan dengan KUHP. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 53. https://doi.org/10.61104/alz.v2i1.208

I Gede Sujana, S. R. (2024). Hubungan hak asasi manusia dengan demokrasi. JOCER: Journal of Civic Education Research, 50. https://doi.org/10.60153/jocer.v2i2.91

Lisda Ariany, S. P. (2025). Batasan kebebasan berpendapat di Indonesia perspektif hak asasi manusia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 4. https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i12.988

Makarim, E. (2022). Hukum siber Indonesia. Kencana.

Muhammad Syahman Annas, S. A. (2026). Kajian hukum tentang pencemaran nama baik dan upaya perlindungan hak asasi manusia. Journal Equitable, 84.

Muhammad Wahyu Andriansyah, S. A. (2024). Hak kebebasan berpendapat di era digital dalam perspektif hak asasi manusia. Gorontalo Law Review, 432.

Murthada, S. M. (2022). Implementasi hak asasi manusia di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 113.

Nasution, B. J. (2019). Hukum hak asasi manusia. Mandar Maju. https://doi.org/10.31227/osf.io/ryu8q

Rahmansyah Fadlul Al Karim Rambe, M. A. (2024). Implikasi perlindungan hak asasi manusia dalam hukum. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 25.

Ramli, A. M. (2021). Cyber law dan HAKI dalam sistem hukum Indonesia. PT Refika Aditama.

Rizki Wahyuni, Y. S. (2024). Hak asasi manusia (HAM) pada kebebasan berpendapat/berekspresi dalam negara demokrasi di Indonesia. Jurnal Sains dan Teknologi, 963. https://doi.org/10.55338/saintek.v5i3.2422

Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2021). Sosiologi suatu pengantar (Edisi revisi). Rajawali Pers.

Supriandi, K. W. (2023). Hak asasi manusia di ranah digital: Analisis hukum siber dan kebebasan online. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 691. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i08.604

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Nyoman Suryaningrat Widya Dharma Putra, & Si Ngurah Ardhya. (2026). Pencemaran Nama Baik menurut Sudut Pandang Hak Asasi Manusia (HAM). JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 5(2), 185–199. https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i2.6315