Penerapan Asas Kepastian Hukum dan Keadilan dalam Permasalahan Penahanan Barang Impor oleh Bea Cukai dan Pajak dalam Rangka Impor

Authors

  • Kearen Elvira Naftali Universitas Tarumanagara
  • Gunardi Lie Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i1.6006

Keywords:

Administrative Sanctions, Customs and Excise, Customs Disputes, Detention of Imported Goods, Import Duty (PDRI)

Abstract

The detention of imported goods by Customs and Excise authorities is an administrative instrument used to ensure compliance with customs and tax obligations in the context of imports (PDRI). This authority is normatively regulated in the Customs Law, but in practice it often causes disputes between importers, particularly regarding the determination of customs values, tariff classifications, and the imposition of administrative sanctions. This issue raises fundamental questions regarding the application of the principles of legal certainty and fairness in the detention of imported goods. This study uses a normative juridical method with a legislative and conceptual approach, supported by a literature analysis of scientific journals and customs practice sources. The results of the study show that although the authority to detain has a clear legal basis, its implementation still leaves problems in terms of transparency in determining customs values and the effectiveness of objection and appeal mechanisms. In the context of legal certainty, consistency and openness are needed in determining fiscal obligations. Meanwhile, in the context of justice, the protection of importers' rights must be realized through proportional and accountable dispute resolution mechanisms. Thus, the balance between the fiscal interests of the state and the protection of business actors' rights is a key requirement in the application of fair customs law.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Candela, V., & Rasji. (2023). Efektivitas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang cukai dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana ekonomi rokok ilegal di Indonesia. UNES Law Review, 6(2), 5215–5221.

Harjo, D., & Milleano, D. (2025). Kepabeanan dan cukai dalam transaksi perdagangan internasional.

Herman, T., Kartika, T., Februari, B. F., & Lumenta, B. (2025). Urgensi kebijakan mengenai upaya hukum gugatan atas sengketa kepabeanan. Jurnal Retentum, 1(7).

Irawan, J. S. J. (2025). Perlindungan hukum bagi importir yang menggunakan metode pembayaran advance payment atas status barang impor yang ditahan oleh otoritas Bea Cukai.

Jumadi, Purwanda, S., & Tarring, A. D. (2024). Menegakkan keadilan: Strategi hukum dalam menindak penyelundupan pakaian bekas impor. Jurnal Litigasi Amsir, 11(2), 151–157.

Marzuki, P. M. (2019). Penelitian hukum. Prenada Media Group.

mnllaw. (2025). Lartas dan kewenangan Bea Cukai: Upaya importir dalam mengatasi penahanan barang? https://www.uniaircargo.co.id/blog/export-import/kenapa-barang-saya-ditahan-bea-cukai-ini-alasannya

Nasution, R. A., Nasution, E. M., & Arini, L. M. (2025). Analysis of customs implementation on export and import products. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(2). https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5208

Prayitno, A. (2024). Pro kontra kebijakan pembatasan barang bawaan luar negeri: Optimalisasi peran Bea Cukai vis-à-vis mispersepsi publik. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 9(1). https://doi.org/10.36859/jdg.v9i1.2265

Putra, A. G. R., & Melanie, A. (2025). Tinjauan hukum terhadap pengenaan pajak atas barang bawaan penumpang ditinjau dari aturan kepabeanan dan perpajakan Indonesia. Jurnal Gloria Justitia, 5(1). https://doi.org/10.25170/gloriajustitia.v5i1.6805

Ratnasari, E., & Ardiansyah. (2024). Penerapan asas itikad baik oleh pihak pemohon dalam sengketa kepabeanan atas penetapan nilai pabean di Pengadilan Pajak. Iblam Law Review, 4(3). https://doi.org/10.52249/ilr.v4i3.523

Satria, R. F. (2025). Penegakan hukum tindak pidana di bidang cukai di wilayah hukum Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur. Disiplin: Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, 3(3).

Syahputra, J., Dongoran, I. D., & Yasid, M. (2019). Penegakan hukum tindak pidana kepabeanan oleh penyidik Bea Cukai Belawan. Jurnal Retentum, 1(1).

Tampubolon, J. (2024). Kekosongan upaya hukum gugatan dalam peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan telah membatasi hak importir/eksportir dalam mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. Syntax Idea, 6(7). https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i7.4099

Ulum, B. (2022). Pengujian kewenangan administratif dan upaya paksa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui mekanisme praperadilan. Lex Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 3(2).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Uniair Cargo. (2024). Kenapa barang saya ditahan Bea Cukai? Ini alasannya! https://www.uniaircargo.co.id/blog/export-import/kenapa-barang-saya-ditahan-bea-cukai-ini-alasannya

Wiratmoko, D., Djani, W., & Susanti. (2024). Kepercayaan publik terhadap pengawasan kepabeanan di perbatasan Indonesia–Timor Leste. Jurnal Administrasi Negara, 30(3).

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Kearen Elvira Naftali, & Gunardi Lie. (2026). Penerapan Asas Kepastian Hukum dan Keadilan dalam Permasalahan Penahanan Barang Impor oleh Bea Cukai dan Pajak dalam Rangka Impor. JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 5(1), 128–135. https://doi.org/10.55606/jhpis.v5i1.6006