Eksistensi Hak Ulayat Masyarakat Adat di Kota Jayapura dalam Konteks Ancaman Penyerobotan Tanah
DOI:
https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i1.5553Keywords:
Customary Rights, Indigenous, Legal Protection, Social Justice, Soil ErosionAbstract
The customary land rights (hak ulayat) of indigenous communities in Jayapura City represent cultural identity with legal, social, spiritual, and ecological dimensions. However, their existence faces serious threats due to land grabbing practices by corporations, state-driven development policies, and individuals supported by biased regulations. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and case approaches to examine the dynamics of hak ulayat protection. Findings indicate that although the 1945 Constitution and the Basic Agrarian Law recognize customary land rights, their implementation remains weak due to overlapping sectoral regulations, unfavorable legal pluralism, and the dominance of investment interests. These conditions place indigenous peoples in a subordinate position, leading to the loss of living space, cultural identity, and increased vulnerability to conflict. Legal protection efforts are required through regulatory strengthening, customary land inventory, the application of the principle of free, prior, and informed consent (FPIC), and the active role of judiciary and civil society. Such measures are essential to safeguard hak ulayat as cultural heritage and an instrument of social justice while preventing the recurrence of land grabbing practices that disadvantage indigenous communities in Jayapura City.
Downloads
References
Alviolita, F. P. (2022). Perlindungan hak masyarakat hukum adat terhadap perbuatan kriminalisasi dalam mempertahankan tanah ulayat. Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia, 1(1), 69–77.
Anas, S., Dewi, S. F., & Indrawadi, J. (2019). Faktor penyebab konflik tanah ulayat antara peladang pendatang vs masyarakat adat di Desa Tamiai Kabupaten Kerinci. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(1), 131–150.
Arifin, R., & Basoddin, B. (2021). Tinjauan yuridis terhadap delik penyerobotan tanah di Kabupaten Konawe (Studi kasus di Kecamatan Tongauna). Sultra Law Review, 1416–1431.
Asy'ari, M. (2022). Politik perampasan tanah global di Indonesia. Journal of International and Local Studies, 6(1), 24–34.
Khairi, A. (2020). Pandangan dan opini mengenai keberadaan hukum adat dalam kaitannya dengan land reform di Indonesia. Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 7(4), 702–707.
Mahdi, I., Kosasih, A., & Mike, E. (2022). Model resolusi konflik hak ulayat dalam pendekatan restorative justice (Studi kasus konflik tanah ulayat suku Semende di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Kabupaten Kaur).
Mustofa, R., & Bakce, R. (2019, Januari). Potensi konflik lahan perkebunan kelapa sawit. In Unri Conference Series: Agriculture and Food Security (Vol. 1, pp. 58–66).
Ritonga, M. A. P., Fedryansyah, M., & Nulhakim, S. A. (2022). Konflik agraria: Perampasan tanah rakyat oleh PTPN II atas lahan adat masyarakat (Studi kasus Desa Launch, Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Langkat). Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 4(2), 124–133.
Sari, R. M. (2021). Potensi perampasan wilayah masyarakat hukum adat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Mulawarman Law Review, 6(1), 1–14.
Siregar, T., & Siregar, F. Y. D. (2022). Eksistensi penyelesaian sengketa masyarakat hukum adat dalam pencegahan perusakan kawasan hutan. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 9(2), 170–177.
Sudira, I. N., Pamungkas, C., Adulsyah, F., Rumkambu, E., & Langowuyo, Y. (2021). Pembangunan, marginalisasi, dan disintegrasi Papua. Jakarta: Imparsial.
Sulasno, I. Z., & Eprilia, F. F. (2022). Menakar eksistensi dan perlindungan hukum terhadap sengketa hak atas tanah masyarakat hukum adat berdasarkan hukum positif Indonesia (Studi kasus perkebunan sawit di Kalimantan Selatan). Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(3), 180–198.
Supriyanti, T., & Wulansari, H. (2019). Problematika identifikasi tanah ulayat di Kalimantan Tengah (Studi kasus: Kabupaten Kotawaringin Barat dan Pulang Pisau).
Suryawan, I. N. (2022). Membangun kampung adat dan juga melawan investasi: Artikulasi adat di Kabupaten Jayapura, Papua. Masyarakat Indonesia, 48(1), 31–46.
Syamhudi, H. (2019). Menegosiasikan hukum Islam tentang kepemilikan tanah ke dalam pluralisme hukum kepemilikan di Indonesia. KEADABAN: Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(1), 49–68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





