Upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam Meminimalisir Kasus Bunuh Diri

Authors

  • Kadek Agus Sudharma Universitas Mahendradatta
  • Ida Bagus Anggapurana Pidada Universitas Mahendradatta
  • Ida I Dewa Ayu Dwiyanti Universitas Mahendradatta

DOI:

https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i3.5529

Keywords:

Badung Government, Bangkung Bridge, Criminal Law, Suicide Case, Suicide Prevention

Abstract

Suicide is the act of taking one's own life by various means, either directly or gradually. The Badung Regency Government is working to prevent suicides, particularly at the Tukad Bangkung Bridge in Pelaga Village, by improving and securing the bridge area and installing CCTV. The Badung Regency Government is ready to assist, particularly by financing the construction of safety fences to prevent further suicide attempts. This research certainly uses the Empirical-juridical legal research method, which is a research method in which the legal research method is carried out by analyzing the law from the perspective of statutory regulations, and also observing how the law is implemented or applied in reality in society, an approach in legal research that aims to understand and analyze the law. Based on the results of the research that has been carried out. The efforts of the Badung Regency Government in Minimizing Suicide Cases, the qualifications for the act of ending one's own life or suicide in Article 345 of the Criminal Code state that "Anyone who intentionally encourages another person to commit suicide, encourages him in that act, shall be punished with imprisonment for 4 years, if that person commits suicide" Based on Article 345 of the Criminal Code.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul, S. A. E. P. (2025). Between mercy and justice: Pertanggung jawaban pidana dalam kasus percobaan bunuh diri di Indonesia. Judge: Jurnal Hukum, 6(2), 208-217.

Adnyana, E. S. (2025). Bunuh diri "Ulah Pati" dalam susastra Hindu: Kajian psikologi agama. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 28(1), 95-105.

Arafat, F. Y., Harpa, A., & Syarif, A. A. (2023). Perspektif kriminologi terhadap tindakan bunuh diri (suicide) di wilayah hukum polisi. Jurnal Hukum, 6, 55-63.

Arif, A. M. (2020). Perspektif teori sosial Emile Durkheim dalam sosiologi pendidikan. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 1-14. https://doi.org/10.24239/moderasi.Vol1.Iss2.28

Astriani, N. M. D. Y., Antariksawan, I. W., Pratama, A. A., & Heri, M. (2023). Penerapan Tri Kaya Parisuda terhadap upaya mengurangi ide bunuh diri. Midwinerslion: Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng, 8(2), 186-192. https://doi.org/10.52073/mjksb.v9i2.509

Bazary, S. S., Karsa, K., Indah, S., & Marseli, D. (2024). Pemikiran hukum John Locke dan landasan hak asasi manusia. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 2(1).

Biroli, A. (2018). Bunuh diri dalam perspektif sosiologi. Simulacra, 1(2), 213-223. https://doi.org/10.21107/sml.v1i2.4996

Dahlia, S., & Haq, M. Z. (2024). Agama-agama dan kesehatan mental perspektif Hindu. Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies, 3(1), 51-62. https://doi.org/10.59029/int.v3i1.29

Darmalaksana, W. (2020). Cara menulis proposal penelitian. Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dermawan, M. K. (2024). Ruang lingkup studi kriminologi. Universitas Terbuka. https://repository.ut.go.id/4563/2/SOSI4302-M1.pdf

Dewi, I. D. A. D. P., Sulistiowati, N. M. D., Marmer, L. W., Wiguna, I. G. R. P., Kurniawan, G. Y., & Anindhita, L. (2022). Studi deskriptif kondisi psikologis pengguna layanan LISA helpline: Layanan pencegahan bunuh diri di Bali. Generasi Berjiwa Sociopreneur, Sinergis, dan Produktif.

Djanggih, H., & Qamar, N. (2018). Penerapan teori-teori kriminologi dalam penanggulangan kejahatan siber (cyber crime). Pandecta Research Law Journal, 13(1), 10-23. https://doi.org/10.15294/pandecta.v13i1.14020

Edrisy, I. F., Kamilatun, K., & Putri, A. (2023). Kriminologi.

Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum: Normatif dan empiris. Prenada Media.

Hasanudin, F., Yolanda, Y., & Nurhadiansyah, M. Z. (2023). Kasus bunuh diri: Studi pandangan akademisi hukum keluarga dan psikologi. Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), 5(2), 173-192. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol5.iss2.art4

Junaedi, N., Sumartini, S., & Kholik, S. (2022, June 13). Kedudukan hukum dalam perspektif negara hukum modern. Jurnal Suara Hukum, 4(1), 224-242. https://doi.org/10.26740/jsh.v4n1.p224-242

Kementerian Kesehatan Kabupaten Badung. (2021, May 19). Rencana strategis Dinas Kesehatan 2021-2026. https://diskes.badungkab.go.id/storage/files/RENSTRA%20DISKES%202021-2026

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2015, June 22). Teori negara hukum. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum. https://jdih.kemenkeu.go.id/dok?id=e56dbaa1-bd83-43ac-41a8-08db6e8b31bb

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2022, July 21). UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/uu-nomor-35-tahun-2014/detail

Mardiyanto, I. (2023). Tinjauan viktimologi terhadap kejahatan bunuh diri (victimless crime). Jurnal Hukum Non Diskriminatif, 1(2), 51-58.

Nur Hayati. (2004). Euthanasia dalam perspektif hak asasi manusia dan kaitannya dengan hukum pidana. Neliti. https://www.neliti.com/id/publications/17956/euthanasia-dalam-perspektif-hak-asasi-manusia-dan-kaitannya-dengan-hukum-pidana

Pratimaratri, U., Wahyuni, I. F., & Ramadhani, D. W. (2024). Peranan tim ahli kesehatan jiwa dalam menentukan pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana pembunuhan pada proses penyidikan. Proceeding Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, 1(1), 442-461.

Priyanto, A. (2015). Pengantar kriminologi. Universitas Terbuka.

Raho, B. (2007). Teori sosiologi modern. Prestasi Pustaka.

Rohman, F. (2019, July 2). Sejarah viktimologi. Scribd. https://id.scribd.com/presentation/622163553/sejarah-viktimologi

Samodra, N., Wijaya, K. A. S., & Yudharta, I. P. D. (2025). Efektivitas layanan BISA helpline dalam tujuan menekan angka bunuh diri di Provinsi Bali. Socio-Political Communication and Policy Review. https://doi.org/10.61292/shkr.270

Sidiq, R. M., Faisal, R., & Pratama, M. A. (2024). Rule of law dan perubahan hukum menurut Aristoteles. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(2).

Siregar, R. A. (2015). Euthanasia dan hak asasi manusia. Jurnal Hukum Tô-râ, 1(3).

Sukadi, I. (2011). Tanggung jawab negara terhadap anak terlantar (Disertasi doktoral, Universitas Brawijaya).

Sumarkandia, W. (2024). Yoga sebagai upaya menurunkan angka bunuh diri di Provinsi Bali. Jurnal Akses, 16(1). https://doi.org/10.70358/jurnalakses.v16i01.1247

Suri, D. A. (2020). Fenomena net suicide dalam film Jyuni Nin No Shinitai Kodomotachi karya Yukihiko Tsutsumi: Kajian teori Durkheim tentang bunuh diri (Disertasi doktoral, Universitas Airlangga).

Tan, D. (2021). Metode penelitian hukum: Mengupas dan mengulas metodologi dalam menyelenggarakan penelitian hukum. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(8), 2463-2478.

Tehupeiory, A. (2022). Bahan ajar instrumen metode penelitian hukum dalam teknik pengumpulan data (wawancara).

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Kadek Agus Sudharma, Ida Bagus Anggapurana Pidada, & Ida I Dewa Ayu Dwiyanti. (2025). Upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam Meminimalisir Kasus Bunuh Diri. JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 4(3), 15–25. https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i3.5529