Peralatan pada gardu induk tentu saja memiliki kemungkinan terjadi masalah ataupun kerusakan, baik yang disebabkan oleh alam, maupun kegagalan dari peralatan listrik itu sendiri. Disconnector Switch merupakan saklar pemisah dalam sistem gardu induk yang harus diperhatikan tahananya karena ketika terjadi Hot Spot berlebih pada disconnector switch ini maka kemungkinan besar akan meleleh jika tidak cepat ditangani, tentu hal ini akan memicu kerugian bagi gardu induk itu sendiri baik dari segi material dan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung, dengan pengamatan langsung dilapangan dan studi literatur sehingga dapat diketahui proses pemeliharaan Disconnecting Switch terhadap Hot Spot yang menjadi masalah di disconnector switch. Dari hasil penelitian ini diketahui nilai tahanan kontak yang diukur di disconnector switch yaitu phasa R 52 µΩ, phasa S 37 µΩ, dan phasa T 63 µΩ.
Downloads
Download data is not yet available.
References
Muliadi, Syukri, Mursial A.T. (2022). Pengaruh Tingkat Kelembaban Terhadap Kinerja Pemisah (PMS) 150 KV pada Gardu Induk. JJEEE. 4. 92-98
Marco, G,S., Santosa Julius. (2019). Analisa Perancangan Gardu Induk Outdor 150 KV di Tallasa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jurnal Dimensi Teknik Elektro. 1. 37-42
Aslimeri. dkk. (2008). Teknik Transmisi Tenaga Listrik. Jakarta. Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Siswanto Agus, Alfian Reza, Subyanta Erfan., (2021). Analisa Kinerja PMS Rel 2 Bay Trafo 6 Menggunakan Thermovision Methode di Gardu Induk Sunyaragi. Foristek. 2. 114-120