Prosedur Penanganan Bongkar Muat Muatan Berbahaya Melalui Sistem Inaportnet Oleh PT. Seroja Jaya Agensi Cabang Kuala Tanjung

Authors

  • Prima Ananta Ginting Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
  • Suratni Ginting Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
  • Meriah Kita Deliani Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan

DOI:

https://doi.org/10.55606/juprit.v4i3.5572

Keywords:

Cargo, Dangerous, Goods, Handling, Inaportnet System

Abstract

The loading and unloading process of dangerous goods at ports requires selective operational standards to ensure safety, security, and smooth logistics flow. The Inaportnet system as an integrated digital platform in port services has been implemented to accelerate and simplify the administrative process of cargo handling, including dangerous goods. This research aims to examine the procedures for handling dangerous goods through the Inaportnet system, analyze the effectiveness of its implementation, and identify challenges and solutions encountered in the field. The research methodology employs field observation and library research. Based on Minister of Transportation Regulation PM 16 of 2021, dangerous goods are classified into three forms: liquid, solid, and gas, with nine hazard classes according to IMDG Code. Handling procedures include cargo classification, labeling and packaging according to standards, and permit processing through Inaportnet which encompasses system login, BMBB application creation, document verification, KSOP approval, and PNBP payment. This system integrates data among agencies such as KSOP, Customs, KPLP, and Pelindo for real-time monitoring, enhancing transparency and port operational efficiency. Research findings indicate that Inaportnet provides convenience in licensing and monitoring dangerous goods. However, obstacles encountered include technical server disruptions, document delays from third parties, and limited supporting facilities at several wharves. Recommended solutions include strengthening technology infrastructure, implementing emergency manual protocols, enhancing HR competency, expanding port facilities, and improving inter-agency integration to optimize the system in supporting maritime safety and national logistics efficiency.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annas, A. R. (2023). Modul praktikum muatan kapal dan barang berbahaya. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. https://books.google.co.id

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2000). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 17 Tahun 2000 tentang Pedoman Penanganan Barang Berbahaya dalam Kegiatan Pelayaran di Indonesia. https://ditkapel.dephub.go.id

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 02 Tahun 2010 tentang Pedoman Penanganan Barang Berbahaya dalam Kegiatan Pelayaran di Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 157 Tahun 2015. https://peraturan.bpk.go.id

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 16 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan. https://peraturan.bpk.go.id

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 1980 tentang Mengesahkan International Convention for the Safety of Life at Sea, 1974. (1980). https://peraturan.infoasn.id

Kusuma, A., dkk. (2024). Bongkar muat cargo. Jawa Barat: PT. Alungcipta. https://publisher.alungcipta.com

Narto, A., dkk. (2020). International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG Code). Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. https://books.google.co.id

Peraturan Menteri Perhubungan. (2021). Nomor PM 16 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penanganan dan Pengangkutan Muatan Barang Berbahaya di Jakarta pada 31 Agustus s.d. 1 September 2021. https://peraturan.bpk.go.id

Reynaldy, & Ginting, D. (2024). Penanganan muatan curah padat palm kernel expeller di atas kapal pada PT. Bahari Eka Nusantara Cabang Belawan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4).

Rusdiana, H. A., & Zaqiah, Q. T. (2023). Manajemen perkantoran modern. Bandung: Insan Komunikan. https://books.google.co.id

Sabila, F. H., & Sinaga, R. (2023). Prosedur penyandaran kapal sandar tender oleh PT. Berlian Ocean Shipping Dumai di Dermaga Kawasan Industri Dumai. Majalah Ilmiah Gema Maritim, 25(1), 39–45.

Saputra, D. (2020). Manajemen muatan kapal niaga. Yogyakarta: CV Budi Utama. https://repo.jayabaya.ac.id

Septiyani, D., Yursal, Y., & Rinaldi, F. (2024). Proses penanganan kedatangan kapal dengan sistem Inaportnet di PT. Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Belawan. Journal of Maritime and Education (JME), 6(1), 627–634.

Setiawan, A. A. (2022). Optimalisasi penanganan muatan bijih nikel untuk mencegah terjadinya likuifaksi di MV. Amanah Halmahera AMC.

Sima, S., Suparman, S., & Yursal, Y. (2020). Proses pengurusan dokumen crew list lokal di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai pada PT. Nusantara Inhil Line Dumai. Journal of Maritime and Education (JME), 2(1), 79–81.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 45–46. (2008). https://peraturan.bpk.go.id

United Nations. (2019). Recommendations on the transport of dangerous goods: Model regulations (21st rev. ed.). New York: United Nations Publications.

Widodo, I. (2021, Juni 2). Kapal kargo MV X-Press Pearl yang memuat bahan kimia dan terbakar di lepas pantai Sri Lanka. Times Indonesia.

Yursal, Y., Sahid, M., & Ria, A. (2021). Aktivitas keagenan dalam menangani dokumen dan kebutuhan kapal pada PT. Gesuri Lioyd Cabang Kuala Tanjung. Journal of Maritime and Education (JME), 3(2), 264–271.

Downloads

Published

2025-10-03

How to Cite

Prima Ananta Ginting, Suratni Ginting, & Meriah Kita Deliani. (2025). Prosedur Penanganan Bongkar Muat Muatan Berbahaya Melalui Sistem Inaportnet Oleh PT. Seroja Jaya Agensi Cabang Kuala Tanjung. Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik, 4(3), 167–180. https://doi.org/10.55606/juprit.v4i3.5572