Analisis Penerapan Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit X Jakarta Tahun 2025

Authors

  • Albert Hasibuan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini
  • I.Gusti Ngurah.Y.Usdayana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PGI Cikini, Jakarta
  • Anita Sriwaty Pardede Akademi Perawat Husada Karya Jaya, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/jrik.v6i2.6736

Keywords:

Attitude, Knowledge, Occupational Health and Safety, Risk Management, Training and Competence

Abstract

Risk management is a preventive measure for service-sector companies, particularly hospitals, which are vulnerable to errors and complaints. Mapping risks according to work units is essential to minimize accidents or errors affecting patients, visitors, and staff. This study aims to examine and identify the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) risk management at Hospital X in Jakarta. A quantitative cross-sectional design was employed to describe OHS risk management implementation across units and workplaces by identifying risks, analyzing hazards, and determining appropriate control measures. The study examined hazards that could cause accidents among employees, visitors, and patients, as well as efforts to minimize incidents and accidents. Statistical analysis showed that all examined variables significantly influenced OHS risk management implementation in 2025. The p-values were 0.028 for Knowledge, 0.001 for Attitude, 0.000 for Practice/Behavior, 0.000 for Organizational Structure and Management Support, 0.018 for Risk Identification and Assessment, and 0.009 for Training, Competence, and Preparedness. All variables had p-values ≤ 0.05. The study concludes that Knowledge, Attitude, Practice/Behavior, Organizational Structure and Management Support, Risk Identification and Assessment, and Training, Competence, and Preparedness significantly influence OHS risk management implementation at Hospital X in 2025.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfajri, I. (2012). K3 merupakan tanggung jawab perusahaan.

AS/NZS 4360. (2004). Risk management: Australian/New Zealand Standard 4360.

Bennet, S. (2025). Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Jakarta.

Binta, A. P. (2025). Peran manajemen risiko dalam meningkatkan keselamatan pasien di fasilitas kesehatan.

CMRS Indonesia. (2018). Survei nasional manajemen risiko.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry & research design.

Ellen, J. S., Churruca, K., Braithwaite, J., Luxford, K., Stewart, J., Jaouni, S., Engel, C., & Mitchell, N. S. (2023). International approaches for implementing accreditation programs in different healthcare facilities: A comparative case study in Australia, Botswana, Denmark and Jordan.

Hunte, J. L., Neil, M., & Fenton, N. E. (2022). A hybrid Bayesian network for medical device risk assessment and management.

International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 risk management—Guidelines. ISO.

Khoirotun Najihah, Meliala, A., Aida Sulisna, Sindy Syahputri, & Nurlia Apriani. (2023). Penerapan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Rumah Sakit Khusus Mata Medan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(8), 1554–1561. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i8.3246

KKPRS. (2015). Pedoman pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2007 tentang keselamatan pasien.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan promosi kesehatan rumah sakit.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit.

Murdiyono. (2016). Identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko di bengkel pengelasan SMKN 2 Pengasih.

NHS. (2008). Policy and guidance for the use of risk register.

NHS Bradford City Clinical Commissioning Group, & NHS Bradford Districts Clinical Commissioning Group. (2015). Risk management strategy & risk register policy.

Nurgraheni, M., Baju, W., Bina, K., & Ekawati. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan jatuh pada pasien risiko jatuh oleh perawat di Ruang Nusa Indah RSUD Tugurejo Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5.

Permenkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang keselamatan pasien.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit.

Zebua, A., Hanik, E. U., & Fadilah, R. (2023). Analisis manajemen risiko pada pasien rawat inap di Rumah Sakit X Jakarta Selatan. Administrator: Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 11(1), 31–38.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Albert Hasibuan, I.Gusti Ngurah.Y.Usdayana, & Anita Sriwaty Pardede. (2026). Analisis Penerapan Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit X Jakarta Tahun 2025. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 6(2), 274–284. https://doi.org/10.55606/jrik.v6i2.6736