The Relationship Between Knowledge About Nutrition and Nutritional Status of Adolescent Girls in Grade VII at the Adolescent Posyandu in Tundakan Village

Authors

  • Sunah Sunah Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW
  • Rifzul Maulina Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

DOI:

https://doi.org/10.55606/detector.v3i1.5997

Keywords:

Adolescents, Cross-Sectional Study, Nutritional Knowledge, Nutritional Status, Stunting

Abstract

Background: Three nutritional problems experienced by adolescents in Indonesia are malnutrition, which causes stunting, micronutrient deficiencies, which cause anemia, and overweight. The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) showed that 25.7% of adolescents aged 13-15 and 26.9% of adolescents aged 16-18 were stunted or severely stunted, 8.7% of adolescents aged 13-15 and 8.1% of adolescents aged 16-18 were wasted or severely wasted, and 16.0% of adolescents aged 13-15 and 13.5% of adolescents aged 16-18 were overweight. The impact of malnutrition can lead to death due to poor health. Objective: To determine the relationship between nutritional knowledge and nutritional status in seventh-grade female adolescents at the Tundakan Village Youth Integrated Health Post (Posyandu). Method: This was a quantitative study using a cross-sectional approach. The population in this study was all 130 seventh-grade female students at the adolescent Posyandu (Health Post) in Tundakan Village. A sample of 99 respondents was drawn using a random sampling technique. The research instruments used were questionnaires, scales, and a stature meter. The data obtained were analyzed using the Chi-Square test. Results: The Fisher Exact test showed a p-value of 0.044 > 0.05, indicating a relationship between nutritional knowledge and nutritional status among seventh-grade female adolescents at the adolescent Posyandu in Tundakan Village. Conclusion: There is a relationship between nutritional knowledge and nutritional status among seventh-grade female adolescents at the adolescent Posyandu in Tundakan Village. Recommendation: Parents at home and teachers at school are expected to play a role in monitoring adolescents' eating patterns to prevent abnormal nutritional status.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, W., & Wirjatmadi, (2012). Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Kencana.

Ani, M. (2022). Keterampilan dasar kebidanan. PT Global Eksekutif Teknologi.

Arma, N., Ramini, N., Syari, M., & Novitri, (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Langkat. Journal of Midwifery Senior.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian (15th ed.). Jakarta: Reka Cipta.

Arisanty. (2016). Hubungan antara asupan zat gizi dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Mahfilud Durror II Jelbuk. Politeknik Negeri Jember.

Azizatul, H. (2020). Hubungan asupan nutrisi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Midwifery Science Boyolali.

Boyolali. (2020, August 29). Tekan anemia dan kekerdilan, Boyolali luncurkan pil Ratri. ANTARA Jateng.

Dinkes Jawa Tengah. (2019). Beban kanker. Kementerian Kesehatan Republik Pusat Data dan Informasi.

Tufiqa, D. Z. (2020). Aku sehat tanpa anemi: Buku saku Anemia untuk Remaja Putri. Wonderland Publisher.

Siswanto, M. H. P., & DTM. (2014). Buku foto makanan. Bogor: Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinikw.

Hidayat, A. A. A. (2014). Metode penelitian kebidanan dan teknik analisis data: Contoh aplikasi studi kasus (2nd ed.). Jakarta: Salemba Medika.

Azizatul, H. (2020). Hubungan asupan nutrisi dengan kejadian anemia pada remaja putri. JOMIS (Journal of Midwifery Science).

Istiqomah, D. (2016). Hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 2 Peringsewu tahun 2016. 5(9), 1–12. https://doi.org/10.35952/jik.v5i10.29

Indrawatiningsih, Y. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi.

Kemenkes RI. (2018). Remaja Indonesia harus sehat. Retrieved February 22, 2021, from https://www.kemkes.go.id/article/view/18051600001/menkes-remaja-indonesia-harus-sehat.html

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buku KIE Kader Kesehatan Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementrian Kesehatan RI. (2022). Remaja sehat komponen utama pembangunan SDM Indonesia.

Kusuma, K. S., Noor, M. S., & Heriyani, F. (2020). Hubungan pola makan dengan kejadian anemia di SMP Negeri 18 Banjarmasin 2019/2020. Jurnal Homeostatis, 3(2), 217–222.

Muhayati, A., & Ratnawati, D. (2019). Hubungan antara status gizi dan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 9(01), 563–570. https://doi.org/10.33221/jiiki.v9i01.183

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (3rd ed.). Jakarta: Reka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan masyarakat, ilmu & seni (edisi revi). Jakarta: Reka Cipta.

Oktavien, Y. R. (2018). Hubungan pola makan dengan angka kejadian anemia pada remaja putri di SMA Pencawan Medan tahun 2018.

Permenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014.

Pratiwi, A. M., & Fatimah. (2019). Patologi kehamilan: Memahami berbagai penyakit dan komplikasi kehamilan (I. K. Dewi, Ed.). Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Rusli. (2014). Diagnosis, tata laksana dan pencegahan obesitas pada anak dan remaja. Ikatan Dokter Anak Indonesia, 7.

Soetardjo, S., & Moesijanti, M. (2011). Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sartika, W. (2021). Asupan zat besi remaja putri. Padang: Penerbit NEM.

Santosa, H. (2022). Kebutuhan gizi berbagai usia. Bandung: CV Media Sains Indonesia.

Siti, Q. (2021). Pengaruh peran orang tua terhadap kejadian gizi lebih pada remaja di era pandemi COVID-19 di Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyyah.

Sinta, H. (2019). Peran orang tua berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa SMP Hang Tuah 2 Jakarta. Jakarta.

Suhaimi, A. (2019). Pangan gizi dan kesehatan. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukiman. (2019). Remaja sehat itu keren. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sulistyoningsih. (2011). Gizi untuk kesehatan ibu dan anak.

Sulastri, T. (2020). IPA Terpadu. Tata Akbar. Bandung.

Supartini, Y. (2004). Buku ajar konsep dasar keperawatan anak: EGC.

Tasalim, R., & Fatmawati. (2021). Solusi tetap meningkatkan hemoglobin (Hb) tanpa transfusi darah (berdasarkan evidence-based practice). Bandung: Media Sains Indonesia.

Tee, E., Dop, M. C., & Winichagoon, P. (2004). In developing counties: Future challenges. 25(4), 407–414.

WHO. (2021). Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), 209–249. https://doi.org/10.3322/CAAC.21660

Wiratna, S. (2014). Panduan penelitian kebidanan dengan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Yessy, N. (2020). Perilaku dan pendidikan gizi pada remaja obesitas. Guepedia The First On-Publisher in I.

Downloads

Published

2025-02-28

How to Cite

Sunah Sunah, & Rifzul Maulina. (2025). The Relationship Between Knowledge About Nutrition and Nutritional Status of Adolescent Girls in Grade VII at the Adolescent Posyandu in Tundakan Village. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(1), 183–194. https://doi.org/10.55606/detector.v3i1.5997