Gambaran Riwayat Kontak Penderita TB Paru Anak di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Cut Meutia

Authors

  • Maulida Sari Universitas Malikussaleh
  • Mardiati Mardiati Universitas Malikussaleh
  • Nina Herlina Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.55606/detector.v4i1.5887

Keywords:

BCG Immunization, Child, Contact History, Nutritional Status, Pulmonary TB

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a significant health issue in Indonesia, with the number of cases not showing a decline. Pediatric pulmonary tuberculosis is one of the leading causes of morbidity and mortality. In 2018, the number of TB cases in Aceh reached 41,595, with Aceh Utara having the highest number at 4,819 cases, followed by Bireuen with 3,636 cases, while Sabang recorded the lowest at 272 cases. The primary risk factor for pulmonary tuberculosis in children is a history of contact with adult TB patients, as children's immune systems are still weak, allowing the bacteria to enter their bodies easily. This study aims to examine the history of TB contact in children at the Pediatric Clinic of Cut Meutia General Hospital. The research used a descriptive observational design, with 105 respondents, and data was collected from medical records. The results showed that the majority of respondents were toddlers (47.6%), most were male (54.3%), and 58.1% had good nutritional status. A significant percentage of respondents (77.1%) had a history of contact with TB patients, and 83.8% did not receive BCG vaccination. These findings highlight that contact with TB patients is a key factor in the transmission to children.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, B. T., Ruhyandi, R., Yunika, Y., & Manan, F. (2022). Hubungan riwayat kontak, status gizi, dan status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru anak. Jurnal Kesehatan, 13(1), 65–71. https://doi.org/10.38165/jk.v13i1.279

Diani, A., Setyanto, D. B., & Nurhamzah, W. (2011). Proporsi infeksi tuberkulosis dan gambaran faktor risiko pada balita yang tinggal dalam satu rumah dengan pasien tuberkulosis paru dewasa. Sari Pediatri, 3(1), 66.

Ernirita, E., Putri, A. F., Giri, W., Tria, A. E. P., & Ika, K. (2020). Karakteristik skrining terhadap kejadian tuberculosis (TB) paru pada anak di Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ, 2, 1–12.

Farsida. (2020). Gambaran karakteristik anak dengan tuberkulosis di Puskesmas Pamulang Tangerang Selatan. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.24853/myjm.1.1.12-18

Gannika, L. (2016). Tingkat pengetahuan keteraturan berobat dan sikap klien terhadap terjadinya penyakit TBC paru di ruang perawatan I dan II RS Islam Faisal Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 4(1), 55–62. https://doi.org/10.35816/jiskh.v4i1.86

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Petunjuk teknis manajemen dan tatalaksana TB anak. Ministry of Health of the Republic of Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Infodatin tuberkulosis (pp. 1–8). Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis (pp. 5–10). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Lusiana, D. (2019). Literature review: Sistem skoring TB anak untuk penegakan diagnosis dalam pengendalian TB anak. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 5(1), 38. https://doi.org/10.32667/ijid.v5i1.77

Nadila, N. N. (2021). Hubungan status gizi stunting pada balita dengan kejadian tuberkulosis. Jurnal Medika Hutama, 2(2), 475–479.

Nandariesta, F. P., Saraswati, L. D., Adi, M. S., & Martin. (2019). Faktor risiko riwayat kontak, status gizi anak, dan status ekonomi terhadap kejadian TB anak di Kabupaten Wonosobo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 15–21.

Nurwitasari, A., & Wahyuni, C. U. (2015). Pengaruh status gizi dan riwayat kontak terhadap kejadian tuberkulosis anak di Kabupaten Jember. Tierärztliche Praxis Ausgabe K: Kleintiere – Heimtiere, 3(2), 158–169.

Purnamaningsih, I., Martini, M., & Adi, M. S. (2018). Hubungan status riwayat kontak BTA+ terhadap kejadian TB anak (Studi di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 273–278.

Riset Kesehatan Dasar. (2018). Laporan Provinsi Aceh Riskesdas 2018.

Rita, E., & Qibtiyah, S. M. (2021). Hubungan kontak penderita tuberkulosis terhadap kejadian tuberkulosis paru pada anak. Indonesian Journal of Nursing Science and Practice, 9(1), 114–118.

Sudibya, A., Surjanto, E., Kenyorini, & Suradi. (2016). Uji tuberkulin. Tuberkulosis Indonesia, 3(2), 1–5.

Suryaningtyas, N. H., & Inzana, N. (2020). Gambaran kejadian TB anak berdasarkan cakupan imunisasi BCG dan lingkungan rumah di Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 dan 2018. SEL Jurnal Penelitian Kesehatan, 7(1), 19–32. https://doi.org/10.22435/sel.v7i1.3453

Wikurendra, E. A. (2019). Literatur review: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru dan penanggulangannya. Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.31227/osf.io/r3fmq

World Health Organization. (2016). Improved detection of tuberculosis and multidrug-resistant tuberculosis among Tibetan refugees, India. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite

Maulida Sari, Mardiati Mardiati, & Nina Herlina. (2026). Gambaran Riwayat Kontak Penderita TB Paru Anak di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 4(1), 169–176. https://doi.org/10.55606/detector.v4i1.5887