Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang

Authors

  • Muhammad Habib Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Intan Kumalasari Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Diah Navianti Poltekkes Kemenkes Palembang

DOI:

https://doi.org/10.55606/detector.v3i3.5580

Keywords:

Aedes aegypti, Breteau Index, Container Index, Density Figure, Free Numbers

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The high risk of dengue transmission is greatly influenced by the density of mosquito larvae which correlates with environmental conditions and community behavior. This study aims to describe the density level of Aedes aegypti mosquito larvae in the working area of the Gandus Health Center in Palembang City in 2025 through the measurement of House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), Larvae-Free Numbers (ABJ), and Density Figure (DF). The method used was descriptive observational with a purposive proportional random sampling technique on 100 households in three RTs. Data was collected through direct observation using checklist sheets. The results showed that the HI was 66%, CI was 44%, BI was 107%, and ABJ was only 34%, which indicates that the larval density is very high and far below the WHO standard (≥ 95%). The DF value is in the range of 7–9, reinforcing the finding of high vector density. This condition shows that the area is at high risk of dengue transmission. Interventions are needed in the form of regular mosquito nest eradication (PSN), increasing public education, and strengthening the role of jumantic cadres in sustainable vector control.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriawan, F. R., Kardin, L., & Rustam, M. H. N. (2022). Hubungan antara status gizi dengan derajat infeksi dengue pada pasien demam berdarah dengue. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 2(1), 8–15. https://doi.org/10.56742/nchat.v2i1.33

Anggraini, T. S., & Cahyati, W. H. (2017). Perkembangan Aedes aegypti pada berbagai pH air dan salinitas air. Higeia, 1(3), 1–10.

Arli, I. (2021). Literatur review: Gambaran karakteristik lingkungan di daerah endemis DBD dengan densitas nyamuk Aedes aegypti [Skripsi, Universitas]. Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Ayuningrum, P. R. (2019). Keberadaan jentik Aedes aegypti [Repository UM Surabaya]. 5–17.

Dinas Kesehatan. (2023). Dinas Kesehatan (Issue Kejadian DBD).

Dinkes Kota Palembang. (2024). Data Dinkes Kota Palembang.

Dwiana, N. (2021). Asuhan keperawatan pada pasien demam berdarah dengue (DBD) di ruang Jayanegara. Jurnal Keperawatan, 11(2), 40–47.

Hanafi, M. R., Shobur, S. S., Maksuk, M., & Kumalasari, I. (2024). Peran pengetahuan dan pendapatan keluarga terhadap hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian demam berdarah. BALABA, 20(2), 74–84.

Kemenkes RI. (2013). Penentuan bionomik nyamuk Aedes aegypti di daerah endemis demam berdarah dengue Kota Cimahi Jawa Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. http://repository.litbang.kemkes.go.id/536/1/133%20LIT%20-%20Penentuan%20Bionomik%20Nyamuk%20Aedes%20aegypti%20di%20Daerah_ocr%20cs.pdf

Kemenkes RI. (2023). Membuka lembaran baru untuk hidup sejahtera: Laporan tahunan 2022 demam berdarah dengue (pp. 17–19).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Kemenkes RI.

Khairunisa. (2017). Kepadatan jentik nyamuk Aedes sp. (House index) sebagai indikator surveilans vektor demam berdarah dengue di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 906–910. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Kristanti, H., & Damayanti, S. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku pemberantasan sarang nyamuk DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia, 10(2), 167–173. https://doi.org/10.47317/mikki.v10i2.382

Lidyani, R., Priyadi, P., & Kumalasari, I. (2023). Pengaruh booklet PEMANTIK dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kader pemantau jentik sebagai upaya pengendalian demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sako Palembang. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(4), 555–563.

Mayana. (2023). Hubungan kondisi fisik rumah dan perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Kecamatan Sukarami Kota Palembang Tahun 2024. Karya Tulis Ilmiah, 8–11. www.smapda-karangmojo.sch.id

Notoatmodjo, S. (2010). Penelitian kesehatan.

Nurhidayah, K., Afifiani, A. K. L., Ramadhana, H. A. Z., Khotimah, S. N., & Susilaningsih, S. (2022). Identifikasi density figure dan pengendalian vektor demam berdarah pada Kelurahan Karanganyar Gunung. Jurnal Bina Desa, 4(1), 8–14. https://doi.org/10.15294/jbd.v4i1.22124

Onasis, A., Darwel, H., Hidayanti, R., & Kantiandagho, D. (2022). Tempat penampungan air (TPA) dengan kepadatan jentik Aedes aegypti di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 120–125. https://doi.org/10.47718/jkl.v10i2.1181

Priyadi, P., Indriyati, E., & Damanik, H. (2023). Gambaran upaya pengendalian jentik nyamuk. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6604(2).

Pujianti, N. (2020). Asuhan keperawatan pada pasien dengan demam berdarah dengue. Jurnal Keperawatan, 2507(2), 1–9.

Putri, N. F. S. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Mojopurno. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9, 356–363.

Rahmad Riski, F. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dan perilaku masyarakat terhadap kejadian penyakit demam berdarah dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Dirgahayu Kabupaten Kotabaru Tahun 2020. Open Journal System, 1(1), 1–8. http://eprints.uniska-bjm.ac.id/id/eprint/4111

Ramadhanti, H., Priyadi, P., & Yulianto, Y. (2022). Pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Jaya Kota Palembang. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 2(1), 66–71. https://doi.org/10.36086/jsl.v2i1.859

Rayya. (2023). Gambaran kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Sako Kota Palembang 2023.

Rosida, I. (2019). Gambaran keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti ditinjau dari tempat perindukan di Kelurahan Sesetan Denpasar Selatan tahun 2018. Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/217/1/IDA%20ROSIDA%20(P07133015039).pdf

Tarigan, E. M. E., Zulaiha, R., & Andika, R. K. (2022). Demam berdarah dengue (DBD): Determinan, epidemiologi dan program penanggulangannya di Indonesia (literatur review). Epidemiolog.Id, 2, 1–23.

World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue. 23 April 2024. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Yulidar, Y., Maksuk, M., & Priyadi, P. (2021). Kondisi sanitasi lingkungan rumah penderita demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 1(1), 8–12. https://doi.org/10.36086/salink.v1i1.1105

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

Habib, M., Intan Kumalasari, & Diah Navianti. (2025). Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang . Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(3), 191–199. https://doi.org/10.55606/detector.v3i3.5580